Selasa, 06 Maret 2012

Alat-alat laboratorium Kimia dan kegunaannya

Alat-Alat Laboratorium Kimia
                Alat-alat yang digunakan saat praktikum kimia sangatlah beragam. Tetapi, umumnya alat-alat yang digunakan berbahan dasar Kaca. Alat-alat Laboratorium tersebut memiliki fungsi, ukuran serta cara penggunaan yang berbeda-beda.
                Dalam hal memanaskan bahan, alat yang digunakan hendaknya harus memiliki Label Pyrex (tahan panas, tebal, dan tidak mudah retak) saat digunakan. 

I.                    Alat-alat Pemanasan
a.       Pembakar Gas (Burner)
Berfungsi : Untuk memanaskan bahan dengan Bahan bakar Gas
Bagian-bagian dari pembakar gas ini:
1.       Pipa Pemasukan Gas
2.       Lubang Pemasukan Udara
3.       Pipa pencampuran gas dan udara
b.      Kaki Tiga
Berfungsi sebagai Tungku, dimana diatasnya terletak wadah bahan-bahan yang dipanaskan diantara ketiga kakinya tempat api untuk pemanasan. Kaki tiga ini umumnya terbuat dari Besi.
c.       Segitiga Porselin
Berfungsi sebagai alat penopang wadah bahan-bahan seperti cawan porselin yang akan dipanaskan diatas kaki tiga. Umumnya dibuat dari Kawat tahan panas.
d.      Pemanas Spritus
Berfungsi Sebagai sumber pemanas yang diletakkan pada bagian bawah kaki tiga. Terbuat dari kaca yang dilengkapi sumbu serta tutup dari plastik.
e.      Kasa
Digunakan sebagai alat perata panas, sehingga pamanasan zat-zat dalam wadah seperti gelas piala akan merata.
Biasanya diletakkan pada bagian atas Kaki tiga, sebagai alas.
Terbuat dari kawat yang dilapisi dengan abses.
f.        Gegep (penjepit)
Berfungsi untuk membantu pengambilan alat-alat yang tidak boleh diambil dengan tangan secara langsung. Umumnya terbuat dari kayu atau atau besi yang pada bagian tengah nya berbentuk bulatan untuk menjepit tabung reaksi.
g.       Penangas Air
Berfungsi sebagai pemanasan zat-zat dengan menggunakan uap air.

h.      Cawan porselin (crucible)
Digunakan untuk mereaksikan zat dalam suhu tinggi, mengabukan kertas saring, menguraikan endapan dalam gravimetri sehingga menjadi bentuk yang stabil.
Merupakan mangkok kecil yang dilengkapi tutup dan terbuat dari porselin tahan panas, aluminia. Pada saat Crus masih dalam keadaan panas, jangan langsung dikenai air. Perubahan suhu yang mendadak menyebabkan cawan/ crus pecah. Ukuran Cawan Porselin ini 35 cc.
i.         Pinggan porselin (Evaporating Dish)
Digunakan untuk menguapkan larutan sehingga lebih pekat atau menjadi kering dan mengkristalkan zat dan untuk menyublimkan Zat.
Merupakan Kaca yang berbentuk mangkuk dan terbuat dari keramik.

II.                  Alat-alat Gelas
Sebelum digunakan, alat-alat harus diperiksa, apakah ada cacat serta kebersihannya dengan teliti.Apabila ternyata alat tersebut retak, jangan diteruskan untuk penggunaannya. Kebersihan alat sangat penting untuk orang yang bekerja di Laboratorium kimia. Data yang dihasilkan menjadi tidak akurat jika percobaan dilakukan dalam wadah yang terkontaminasi.
a.       Gelas Wadah
Botol sebagai wadah pereaksi dibedakan oleh warnanya yaitu botol berwarna (gelap) untuk zat yang tidak tahan cahaya, oksidasi dan lainnya dan botol tidak berwarna. Mulut wadah juga bermacam-macam, yaitu mulut kecil untuk zat yang mudah menguap dan berasap, sedangkan yang bermulut besar untuk pereaksi selain itu.

b.      Alat-Alat Untuk Mereaksikan Zat
1.       Tabung Reaksi
Terbuat dari kaca bersilikat tahan panas, terdiri drai berbagai ukuran.
Berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia, untuk mereaksikan larutan dalam skala kecil, dan sebagai tempat untuk mencampurkan larutan satu dengan larutan yang lain.
2.       Gelas Piala/Gelas Kimia/Gelas Bekker
Terbuat dari kaca Borosilikat yang tahan panas hingga suhu 2000c. Ukuran : 50 mL, 100 mL, 300 mL, 500 mL, 1000 mL.
Berfungsi untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian tinggi, menampung zat kimia, memanaskan cairan, dan media pemanasan cairan.
3.       Labu Erlenmeyer
Berupa gelas yang berdiameter semakin keatas semakin kecil. Terbuat dari kaca borosilikat. Dengan skala sepanjang dindingnya dan memiliki berbagai ukuran dari 50 mL s/d 500 mL.
Berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan (pyrex), menampung fitrat hasil penyaringan, dan menampung titran (larutan yang dititrasi) pad proses titrasi. 

III.                Alat-alat Pengukur Volume

a.       Gelas Ukur
Merupakan gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca yang tidak tahan panas. Ukuran gelas ini dimulai dari 25 mL s/d 250 mL.
Berfungsi untuk mengukur larutan yang akan diuji, tempat penampungan larutan sementara sebelum dipindahkan ketempat lainnya.
b.      Labu Ukur/Labu Takar
Berupa labu dengan leher panjang dan memiliki tutup yang tebuat dari kaca. Ukuran Labu ini dimulai dari 25 mL s/d 2 L.
Berfungsi untuk pengenceran Larutanm dan membuat larutan standar atau larutan tertentu dengan volume setepat-tepatnya.
c.       Pipet Ukur
·         Pipet Gondok.
Terbuat dari gelas dengan bagian tengahnya membesar. Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume yang setepat-tepatnya.
·         Pipet Skala/mohr.
Pipet yang dibubuhi skala sepanjanh dindingnya. Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume desimal.
d.      Buret
Berupa tabung kaca yang memiliki skala disepanjang dindingnya dan memiliki kran pada ujungnya. Ukuran buret ini dimulai dari 5 dan 10 mL (mikro buret) dengan skala 0.01 mL, dan 25 mL dan 50 mL dengan skala 0.05 mL.
Digunakan sebagai media titrasi atau tempat titran.

IV.                Alat Lain
a.       Pengaduk gelas/Spatula
Digunakan untuk mengaduk suatu campuran atau larutan zat-zat kimia ketika melakukan reaksi kimia, untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan dan dipakai untuk mengaduk larutan.
Memiliki ukuran yang beragam yaitu, besar, sedang dan kecil tergantung gelas yang digunakan.
b.      Gelas Arloji
Berfungsi untuk meletakkan zat berbentuk kristal, untuk menutup bejana lain waktu pemanasan dan menguapkan cairan, serta untuk tempat bahan-bahan yang ingin ditimbang diatas neraca, agar neraca tetap bersih.
Terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.
c.       Corong
Terbuat dari gelas atau plastik. Digunakan untuk memasukkan cairan kedalam suatu tempat yang sempit mulutnya.
Terdiri dari corong besar dan kecil.
d.      Botol semprot
Berfungsi :
·         Membersihkan dinding-dinding bejana dan sisa endapan
·         Mengeluarkan air/cairan dalam jumlah terbatas
·         Tempat menyimpan air
Merupakan botol yang dilengkapi tutup dan selang untuk mengeluarkan air. Terbuat dari plastik dan memilliki ukuran kecil, sedang dan besar.
e.      Karet Penghisap
Terbuat dari karet yang disertai dengan tanda untuk menyedot cairan(suction), mengambil udara (aspirate) dan mengularkan (empty).
Biasanya Karet penghisap ini berpasangan dengan pipet skala ata pipet gondok.
f.        Pipet tetes
Terbuat dari kaca yang ujungnya runcing dan ujung atasnya disertai karet penghisap.
Berfungsi untuk mengambil cairan dalam skala kecil, dan memindahkan cairan dari satu tempat ketempat yang lain.
g.       Hot Plat/ Penanggas/ Kompor listrik
Berfungsi untuk memanaska bahan yang akan diuji coba. Merupakan alat yang dihubunghkan langsung kelistrik dengan tombol pengatur suhu dan tombol pemutar batang pengaduk.
h.      Desikator
Berfungsi untuk tempat penyimpanan zat supaya tetap kering. Dibagian bawah desikator terdapat silikajel yang berfungsi menyerap air dari bahan yang  dikeringkan didalam eksikator.
i.         Neraca digital
Digunakan untuk mengukur massa atau untuk menimbang bahan-bahan yang akan digunakan dengan hitungan yang tepat.
j.        Penyangga Statip dan alas statip
Digunakan untuk menahan Buret (meletakkan buret) pada waktu titrasi.

3 komentar:

  1. bagus,,, blog nya i like it n bisa untuk bahan laporan praktikum nih,,,,,

    BalasHapus
  2. siska : hahahah belajar dri pengalaman nah
    k'albert : msih belajar nah kaa

    BalasHapus